Bab 3 SIM

Diposting oleh LAREMA on Jumat, 26 Oktober 2012


Perusahaan multinasional

Perusahaan multinasional (multinational corporation), atau MNC adalah perusahaan yang beroperasi melitasi berbagai produk, pasar dan budaya. MNC terdiri dari perusahaan induk dan sekelompok anak perusahaan. Anak anak perusahaan terbesar secara geografis dan masing masing mungkn memeiliki tujuan, kebijakan dan prosedur tesendiri. dengan bentuk seerti ini, MNC mungkin merupakan bentuk organisasi paling kompleks yang ada secara luas saat ini.
Kebutuhan pemrosesan yang khusus di sebuah MNC
Aktivitas setiap perusahaan dipenaruhi  oleh kondisi internal dan eksternal. Istilah warisan administrative (administrative heritage). Digunakan untuk menggambarkan kondisi internal yang mencakup hal hal seperti aset perusahaan, distribusi kekuasaan dalam struktur organisasi, budaya perusahaan, dan gaya manajemen. Kondisi eksternal adalah hal hal yang berada di lingkungan perusahaan. Bagi MNC, lingkungan tersebut bersifat Global.
MNC adalah system terbuka tetapi yang berusaha meminimumkan keidakpastian yang ditimbulkan lingkungan. Ketidakpastian dalam konteks adalah perbedaan antara jumlah informasi yang diperlukan untuk melaksanakan suatu tugas dan jumalah informasi yang telah dimiliki oleh organisasi. Karena ketidakpastian melibatkan informasi, para eksekutif MNC dengan mudah melihat bahwa mereka dapat mengatasi lingkungan eksternal dengan menggunakan secara baik teknologi informasi.  MNC membuat system pengolah nformasi yang paling sesuai dengan kebutuhan mereka dari segi pengaruh lingkungan dan warisan administrative. Perusahaan yang berhasil membuat system yang cocok memiliki peluang terbaik mencapai kinerja yang baik.

Perlunya koordinasi dalam suatu MNC

Koordinasi merupakan kunci mencapai keunggulan kompetitif dalam pasar global. Perusahaan perusahaan yang tidak mampu mendapatkan control strategis atas operasi sedunia mereka dan mengelolanya dengan koordinasi global tidak akan berhasil dalam pesatnya ekonomi internasioanl.
Kabar buruk bagi para eksekutif MNC adalah kenyataan bahwa tantangan koordinasi lebih besar bagi MNC dari pada perusahaan yang membatasi aktifitasnya dalam negeri. Kesulitan tibul keran sumber daya yang digunakan MNC tersebar luas. Kabar baiknya adalah kemajuan teknologi informasi dan metodologi pada decade terakhir ini telah membuat koordinasi global menjadi ebih mudah. Tetapi bahkan dengan kemajuan kemajuan ini, koordinasi tetap merupakan tantangan besar.
Keuntungan koordinasi
Keuntngan yang dapat diperoleh MNC engan memiliki kemampuan pengolahan informasi yang baikdidasarkan pada kemampuan koordinasi. Keuntungan ini mencakup :
·         Flksibilitas dalam membeli respon terhadap pesaing di berbagai Negara dan pasar.
·         Kemampuan memberikan respon disuatu Negara, atau wilayah dari suatu Negara, terhadap perubahan di Negara atau wilayah lain.
·         Kemampuan mengikuti kebutuhan pasar diseluruh dunia.
·         Kemampuan mentransfer pengetahuan antar unit unit diberbagai Negara.
·         Pengurangan keseluruhan biaya operasi.
·         Peningkatan efisiensi dan efektifitas dalam memnuhi kebutuhan pelanggan.
·         Kemampuan mencapai dan mempertahankan keragaman produk perusahaan serta cara produksi dan distribusinya.
Semua keuntungan ini disebabkan karena pengurangan biaya dan waktu komunikasi yag diinginkan oleh pebaikan dalam teknologi informasi.

Global business drivers

Global business driver (GBD) adalah suatu entitas yang mengambil manfaat dari economies of scale atau economies of scope, serta kemudian memberikan kontribusi pada strategis bisnis global. GBD berfokus pada entitas bisnis yang luas, seperti pemasok, pelanggan dan produk, dan menguraikan informasi yang diperlukan tiap entitas tersebut. Setelah terbentuk , GBD menjadi dasar bagi rencana strategis  sumber daya informasi perusahaan.
Di bawah ini adalah tuju driver yang diidenifikasi melalui survey atas 105 MNC yang berkantor pusat di Amerika serikat.
1.       Sumber daya besama. Beberapa anak perusahaan MNC membagi sumber daya yang sama untuk mengurangi biaya. Contoh sumber daya tersebut adalah armada kapal tanker dan pusat pusat distribusi
2.       Operasi yang fleksibel. Produksi dapat dipindahkan dari satu pabrik ke pabrik lain sebagi respon atas erubahan kondisi. Misalnya, pemogikan srikat buruh menghentikan pabrik suatu anak perusahaan, atau pemasok menaikan harag bahan baku.
3.       Raionalisasi operasi. Berbagai komponen dan sub rakitan dibuat diseluruh dunia dan kemudian dirakit untuk menghasilkan produk jadi. Driver ini bertumpu pada keunggulan keunggulan local seperti kesediaan bahan baku, tenaga kerja, dan transportasi.
4.       Pengurangan resiko. MNC membatasi resiko yang inheren dalam beroperasi disuatu Negara dengan beropersi di beberapa Negara. Contoh resiko seperti ii adalah penrunan nilai mata uang suatu Negara.
5.       Produk global. Perusahaan memasarkan produk yang sama di seluruh dunia atau anak perusahaan diseluruh dunia merakit produk dari sub rakitan yang sama.
6.       Pasokan yang langka.  Sejumlah sumber daya begitu langka atau mahal sehingga tidak mungkin tersedia di tiap lokasi. Sebaiknya sumber daya tersebut disimpan terpusat dan tersedia saat diperlukan. Contihnya adalah mesin produksi dan instrument pengujian yang khusus.
7.       Pelanggan tingkat perusahaan. Perusahaan memiliki pelanggan yang berada di seluruh dunia. Contoh perusahaan seperti ini adalah perusahaan penerbangan, perusahaan penyewaan mobil dan hotel. Yang termasuk dalam driver ini adalah perusahaan perusahaan yang beroperasi secara  global. Misalnya, Compaq menjual computer pada perusahaan perusahaan yang menggunakanya dalam operasi global mereka.
GBD dalam daftar tersebut tidak berlaku untuk semua MNC. Driver suatu MNC dipengaruhi oleh industrinya, Negara tempat beroperasinya , karakteristik MNC itu sendiri, bahkan unit bisnis didalam perusahaan tersebut.

Masalah dalam menerapkan system informasi global

Kita telah melihat bahwa system informasi global memungkinkan MNC mengkoordinasikan aktivitas perusahaan  induk dan ank perusahaan, dan koordinasi tersebut memberikan sejumlah keuntungan. Pentingnya koordinasi merupakan justifikasi yang cukup untuk mencapai istem informasi global, namun pengembngan system tidaklah mudah. MNC yang memulai suatu proyek untuk membentuk GIS akan menghadapi sejumlah permasalahan.
Permasalahan teknologi
MNC sering diganggu oleh masalah masalah yang berkaitan dengan tingkat teknologi yang ada dinegara tempat anak perusahaan.
Disejumlah Negara, tidak tersdia cukup catu daya, yang menyebabkan seringnya pemadaman listrik. MNC terpaksa memasang generator listrik mereka sendiri, bukan hanya sebagai cadangan tetapi sebagai sumber utama.
Sirkuit telekomunikasi hanya dapat mengirim data dengan kecepatan rendah, dengan kualitas tranmisi yang buruk. Misalnya, suatu MNC AS tidak kesulitan membuat hubungan telepon dengan Lisbon tetapi tidak menghubungi daerah yag hanya 30 kilometer dari kotanya.
Perangkat lunak juga dapat menjadi masalah. Karena banyak Negara yang tidak menghormati hak cipta perangkat lunak, sejumlah penjual perangkat lunak menolak untuk berbisnis di Negara Negara tersebut. Tambahan lagi, perangakt lunak pengelola jaringan yang dirancang khusus untuk menangani lalu lintas internasional sangat langka.
Kurangnya dukungan dari manajer anak perusahaan
Manajer anak perusahaan sering juga menjadi masalah. Sebagia yakin bahwa mereka dapat menjalankan anak perusahaan terebut tanpa bantuan, dan menganggap sandar baru sebagai hal yang tidak perlu. Beberapa menejer anak perusahaan di bayar berdasarkan profitabilitas, dan mereka enggan mengikuti solusi perusahaan yang mereka anggap akan menurunkan pendapatan mereka. Manajemen kantor cabang di luar negeri dapat pula memandang GIS sebagai suatu jenis pengawasan “ Big Brother”. Para manajer tingkat menengah mungkin khawatir dilampaui oleh hubungan informasi yang baru menyalurkan data operasional ke perusahaan induk.
Masalah masalah perilaku sperti diatas dapat menciptakan ketegangan antara kantor pusat dan anak perusahaan yang akan berdampak negative pada keseluruhan operasi anak perusahaan.
Diharapkan pada masalah masalah potensial tersebut, MNC terus mengusahakan GIS. Walau mustahil menghapus seluruh masalah, dampaknya dapat diperkecil dengan mengikuti strategi yang terencana baik.

Strategi penerapan GIS 

Strategi transnasional bagi penerapan GIS
Karena strategi transional paling rumit, menyatukan seluruh MNC menjadi suatu system yang bekerja lancer, strategi penerapanya dapat menjadi model untuk menghindari kegagalan kegagalan potensial. Strategi ini berfokus pada sejumlah hal penting yang berhubungan dengan GIS / business strategy linkage, sumber daya informasi, pembagian data internasional, dan lingknga udaya.
Menghubungkan GIS dan strategi bisnis, sejumlah hal penting yang menghubungkan GIS dengan strategi  bisnis didaftarkan di bawah ini. Tim pengembang harus memperhatikan hal ini sejak awal proyek. Tim pengembangan harus :
1.       Bekerja sama secara erat dengan eksekutif perusahaan untuk memahami dampak potensial GIS pada strategi bisnis global.
2.       Mengerti strategi bisnis global dari tiap unit bisnis.
3.       Menentukan strategi GIS global yang sesuai untuk strategi bisnis global unit bisnis.
4.       Menentukuan tujuan dari tiap strategi GIS.
5.       Mengidentifikasi aplikasi yang diperlukan untuk mencapai strategi GIS, dan menentukan prioritasnya.
6.       Menugaskan orang orang yang bertanggung jawab atas penerapan aplikasi tersebut.
Hal pertama, yaitu bekerja sama dengan eksekutif perusahaan, harus terus diingat sepanjang proyek.
Menentukan sumber daya informasi, GIS akan menggunakan semua jenis sumber daya informasi – perangkat keras, perangkat lunak, personil, data dan informasi, serta fasilitas. Tugas  tugas penting tim pengembangan yang berkaitan dengan sumber daya didaftarkan dibawah ini. Tim pengembangan harus
  1.  Menentukan jumlah dan lokasi pusat data regional ( regional data centers)
  2. Mengidentifikasi penjual yang dapat menyediakan produk dan jasa bagi tiap anak perusahaan.
  3. Membuat spesifikasi standar perangkat keras dan perangkat lunak yang dapat digunakan semua anak perusahaan.
  4.  Membuat rencana bagi suatu atau beberapa unit penolong yang membantu anak perusahaan 24 jam sehari, tujuh hari seminggu
  5. Siap menghadapi keterlambatan penerapan yag tidak dialami di Negara perusahaan induk.
Tugas kedua dan ketiga berkaitan erat. Ketersediaan penjual akan mempengaruhi spesifikasi perangkat keras dan perangkat lunak.

Sumber : Raymon McLeod,jr. system informasi manajemen “ management information system “  6 th edition hal 67-88

Penulis: LAREMA Lokasi: Kota Pemalang, Jawa Tengah

Artikel Bab 3 SIM, diterbitkan oleh LAREMA pada hari Jumat, 26 Oktober 2012. Semoga artikel ini bermanfaat dan menambah wawasan Anda. LAREMA adalah blogger pemula yang mencoba mempublish informasi yang bermanfaat, Thanks for visit in larejaler.blogspot.com.

{ 0 komentar... read them below or add one }

Posting Komentar